Firefox, Opera, Chrome. Siapa Juaranya?
Kali ini kami menguji 3 browser ternama di dunia. Masing masing yang kami uji adalah rilis terbaru mereka untuk gnu/linux.
- Firefox 3.5.6
- Google Chrome 4.0.249.43
- Opera 10.10
Komputer yang digunakan untuk menguji Pentium Core 2 Duo 3 Ghz dengan RAM 3 G, koneksi internet direct tanpa proxy. Seluruh browser diinstall fresh dengan posisi cache-history kosong, dan setting default. Untuk opera fitur Opera Turbo dalam posisi off. Untuk desktop gnu/linux kami menggunakan desktop KDE 4
Adapun yang diuji adalah tingkat konsumsi memori dan kecepatan rendering web. Untuk pemantauan memory digunakaan tool bawaan KDE: System Monitor. Memory yang dihitung adalah saat aplikasi pertama kali dijalankan, dan saat bekerja membuka website. Untuk ujian kecepatan rendering web, kami memaksa masing-masing browser untuk membuka sebanyak 54 website blog dalam waktu hampir bersamaan dalam 54 tab. Pengujian terhadap masing masing browser dilakukan tidak dalam waktu bersamaan. Jadi semisal setelah opera selesai, baru dilanjutkan chrome, dst.
Sebagai informasi tambahan dari segi manajemen memory (berdasarkan pantauan System Monitor) ketiga browser memiliki mekanisme yang berbeda. Untuk membuka sebanyak 54 website dalam satu window contohnya, Chrome memecahnya dalam banyak child process. Kemungkinan besar ini berkaitan erat dengan inovasi Chrome agar seandainya ada salah satu tab yang hang tidak akan menyebabkan keseluruhan aplikasi ikut hang. Untuk Opera dibagi dalam 3 process. Satu untuk aplikasi utama, dan 2 untuk proses cleaner. Sementara Firefox sama sekali tidak dipecah.
Berikut hasil pengujian kami.. Continue reading Firefox, Opera, Chrome. Siapa Juaranya?…
Rilis: Billing Open Source (BiOS) Baliwae 1.4
Setelah dinanti-nantikan, akhirnya Billing Open Source (BiOS) versi 1.4 dengan codename “BiOS is life” dirilis secara resmi hari ini. Meski sebenarnya sejak 2 hari kemarin versi finalnya sempat “bocor” tersebar duluan di internet melalui email dan chat. Beragam fitur baru dan perbaikan dihadirkan oleh billing warnet bebas lisensi asli buatan Indonesia ini.

Gambar 01. Tampilan operator.
Tampilan yang mudah dipelajari dengan teknologi AJAX dan dukungannya pada hampir semua distro linux yang ada, membuat billing ini banyak diminati oleh warnet -warnet LINUX di tanah air.

Gambar 02.
Tampilan billing di Client.
Continue reading Rilis: Billing Open Source (BiOS) Baliwae 1.4…
BiOS Baliwae: Best Innovation Software Pada Open Source Competition 2007-2008
Pada tanggal 11 Maret 2008 lalu, bertempat di Gedung PPTiK UGM telah berlangsung babak final dari Open Source Competition 2007-2008. Adapun acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan “Indonesia Open Source Day” yang diselenggarakan oleh Tim POSS (Pemberdayaan Open Source Software) Network PPTIK UGM.
Pada babak final di Jogja ini para finalis di wajibkan memamerkan dan mempresentasikan karya open source mereka kepada para juri dan para pengunjung. Diantara 10 finalis yang ada, redaksi Majalah-Linux Baliwae (Budi Baliwae) adalah salah satunya. Adapun aplikasi yang dibawakan adalah aplikasi billing warnet berbasis open source yang diberi nama BiOS. Dalam presentasi, Budi menyampaikan bahwa bentuk kongkrit partisipasinya dalam membantu usaha warnet berbasis linux/open source adalah dengan menyediakan billing warnet yang free, dan bebas lisensi. Open source, tangguh, dan memang diciptakan untuk lingkungan Linux.

Gambar 01.
9 Finalis berfoto bersama usai acara di depan gedung tempat presentasi dilangsungkan. Redaksi kedua dari kiri, barisan belakang. Barisan depan, dari kiri ke kanan: Sihabul Milah, Budi Pratama, Candra Adi Putra.
Barisan belakang, kiri ke kanan: Yuda Nugrahadi, Budi Baliwae (I Made S.A), Khairul Umam, M. Taufik Yusuf, Irfan Fatkhuddin, Amri Shodiq Continue reading BiOS Baliwae: Best Innovation Software Pada Open Source Competition 2007-2008…
Rilis: BiOS - Billing Linux Open Source
Bagi Anda pemilik warnet linux kini Anda tidak perlu pusing lagi perihal masalah billing. Kini telah tersedia BiOS Baliwae, Billing linux berlisensi opensource yang dibuat oleh Baliwae. Billing ini sendiri sempat mangkrak sejak 2005, sampai akhirnya di tahun 2008 ini proyek billing tersebut diteruskan dan telah mencapai tahap final release. Billing ini sempat pernah dimuat di majalah InfoLinux edisi Januari 2006. Billing ini berlisensi GPL v3, sehingga anda dapat menggunakannya dengan free alias bebas.

Billing ini sendiri akan diikutkan dalam kompetisi aplikasi Open Source yang diadakan oleh pihak UGM. Namun entah kenapa setiap kali aplikasi akan diupload kesini, selalu error. Semoga ada rekan-rekan pembaca yang merupakan panitia acara kompetisi tersebut. Mohon kiranya dapat dibantu agar aplikasi ini dapat ikut disertakan. Problem telah terpecahkan. File sudah sukses diupload ke server panitia di UGM
thanks bro..
File nya sendiri kecil. Tidak lebih dari 250 KB. Dapat berjalan di semua platform. Aplikasi ini berbasis PHP dan MySQL. Dengan tampilan selain untuk operator juga untuk client. Memiliki fitur untuk remote, seperti mengambil screenshot layar client, mematikan/ merestart komputer client dari operator dsb.
Installer dan Petunjuk instalasi download disini:
http://bios.baliwae.com/
Untuk user name dan password default operator:
username: admin
password: tes123
Screenshot lainnya dapat dilihat disini..
(majalah-linux)
Buka Praktek: dr. linux
Linux Anda bermasalah? Atau Anda stress karena Linux? Tidak punya biaya untuk berobat? Hmm.. Anda tidak perlu khawatir. Kini telah hadir di Indonesia, klinik berobat dan konsultasi spesialis linux gratis. Yang Anda perlukan hanya mendaftarkan diri dan bisa langsung berkonsultasi dengan Ibu Dokter. Kapan saja, yang penting Anda bisa membuka website klinik tempat beliau praktek
Situs http://drlinux.baliwae.com adalah situs konsultasi linux gratis berbahasa indonesia. Situs ini didukung sepenuhnya oleh Toko Baliwae, Tokonya maniak linux. Adapun konsultan utama situs ini bernama “Bu Dokter”. Konon beliau wanita muda dan single. Percaya atau tidak dikabarkan kalau Bu Dokter ini baru saja lulus kuliah kedokteran spesialisasi linux akhir tahun lalu. Continue reading Buka Praktek: dr. linux…
Tips: Menghemat Memori Firefox Hingga 3x Lipat
Bagi Anda penghobi internet, tentu tidak asing dengan nama Firefox. Ya, aplikasi browser besutan Mozilla Foundation ini begitu populer khususnya di kalangan pengguna open source. Namun pernahkah Anda frustasi saat berselancar dengan firefox tiba - tiba komputer Anda melambat atau bahkan ngadat? Contoh saat Anda menunggu login email di google mail (GMAIL), Anda mencoba membuka situs forum linux.or.id di tab baru. Namun tiba-tiba mouse Anda menjadi sulit digerakkan alias komputer melambat . Hal ini mungkin akan membuat Anda frustasi.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Salah satu penyebab utamanya adalah karena firefox itu sendiri. Meski populer rupanya Firefox bukanlah browser ringan. Browser ini tergolong tambun dan boros, karena menghabiskan resource komputer yang lumayan tinggi. Untuk pertama kali dijalankan saja browser ini (versi 2) menghabiskan paling sedikit 10 mega memori di Linux, dan 20 mega di Windows. Semakin banyak Anda membuka tab / web maka semakin besar memori yang dihabiskan dan semakin sibuk pula CPU Anda bekerja. Anda bisa mengeceknya via aplikasi semacam top dan free di console atau ksysguard di KDE. Dari sisi manajemen memori tampaknya browser ini masih kalah dibanding rivalnya Opera.

Gambar 01.
Men-disable animasi flash terbukti ampuh dalam menghemat memori yang dipakai Firefox. Jenuh bukan melihat “flash” yang bertebaran seperti ini?
Namun Anda tidak perlu berkecil hati dan lekas-lekas memutuskan berpindah ke browser lain. Karena dengan sedikit tune up Anda bisa memperbaiki kinerja Firefox kesayangan. Silahkan ikuti langkah - langkah berikut.. Continue reading Tips: Menghemat Memori Firefox Hingga 3x Lipat…
Selamat Jalan Netscape! Selamat Beristirahat!
Bagi rekan - rekan yang telah mengenal internet sejak lima tahun terakhir ini pasti mengenal Netscape. Ya, browser besutan dari anak perusahaan AOL, Netscape Communication Corporation ini memang sempat merajai browser internet di era tahun 2000-an, di masa kejayaannya bertarung dengan raksasa browser lainnya, Microsoft Internet Explorer. Namun kejayaan itu kini tinggal kenangan. Semenjak tahun 2003 pamornya mulai surut. Sampai pada tanggal 28 Desember tahun lalu, Netscape memutuskan untuk tidak meneruskan pengembangannya. Support nya secara resmi akan diakhiri pada tanggal 1 Februari mendatang. Tidak akan ada lagi update apalagi release.
Apakah ini adalah akhir dari segalanya? Akhir bagi Netscape, tapi tidak untuk Mozilla, generasi keturunannya. Asal Anda tahu browser Firefox merupakan hasil karya dari Mozilla Foundation, yang cikal bakalnya adalah berasal dari Netscape. Ya, pada tahun 2000, untuk pertama kalinya Netscape merilis browser versi open source yang diberi nama Mozilla. Selanjutnya pada tahun 2003 dibentuklah yayasan independen untuk mendukung pengembangan browser open source tersebut, yang merupakan cikal bakal dari Mozilla Foundation. Sementara Netscape berfokus pada pengembangan paket browser komersil dengan Netscape Navigatornya. Sayang respek pasar terhadap Navigator tidak menggembirakan, jauh dibawah rivalnya Internet Explorer. Continue reading Selamat Jalan Netscape! Selamat Beristirahat!…
Wikia: Search Engine Open Source
Pendiri Wikipedia, Jimmy Wales mengumumkan akan meluncurkan proyek search engine terbarunya ke publik pada tanggal 7 Januari mendatang. Search engine ini nantinya akan berbasis open source sepenuhnya, dan diharapkan dapat ikut bersaing dengan search engine yang sudah ada seperti Google.
Proyek yang diberi nama Wikia Search ini menggabungkan beberapa teknologi dasar pencarian, seperti aplikasi dan algoritma pencarian serta web crawler. Rupanya Jimmy tidak sendirian. Dibelakangnya hadir pula pendiri Jabber, Jeremie Miller. Sama seperti Jabber yang merupakan protokol terbuka yang mengijinkan berbagai layanan pesan instan saling beroperasi, demikian juga dengan Wikia Search. Continue reading Wikia: Search Engine Open Source…
Hadiah Natal: Simple Alkitab 1.0
Pada hari ini telah dirilis aplikasi (lebih tepatnya disebut parser) Simple Alkitab 1.0. Simple Alkitab adalah Alkitab versi elektronis yang sama isinya dengan Alkitab terbitan LAI dalam bahasa Indonesia. Simple Alkitab bermula dari pengembang yang kesulitan mencari Alkitab versi elektronik yang mudah dibaca, berukuran kecil, dan tidak tergantung pada platform sistem operasi.
Seperti diketahui kebanyakan aplikasi Alkitab hanya berjalan baik di satu sistem operasi, namun tidak dapat berjalan / kurang mendukung di sistem operasi lain. Kalaupun ada sering kali terjemahannya dalam bahasa Indonesia tidak ada. Untuk itulah Simple Alkitab dibuat. Simple Alkitab di buat dari plain text Alkitab yang kemudian di parsing dengan menggunakan program berbasis PHP (Lihat source code nya disini). Hasil Parsing ini selanjutnya di simpan dalam bentuk output html, atau bisa juga dalam bentuk dump MySQL. Dump ini nantinya diharapkan dapat juga digunakan oleh pengembang lain yang berminat untuk membuat aplikasi serupa, semisal aplikasi berbasis GTK dsb. Untuk source plain text bisa download salah satunya seperti disini. Selain bahasa Indonesia, program parser juga telah pengembang coba tes untuk plain text Alkitab terjemahan KJV dan berhasil dengan baik.

Gambar 01.
Screenshot dari Simple Alkitab 1.0
Simple Alkitab dapat Anda download bebas disini. Bagi yang berminat untuk mengembangkan lebih jauh, semisal membuat distro semacam Ubuntu Christian Edition atau lainnya dan memerlukan bantuan mungkin bisa menghubungi pengembang di email majalah.linux _at_ GMAIL dot Com
Tak ketinggalan redaksi ucapkan “Selamat Menyambut Hari Raya Natal” bagi yang merayakannya.
Salam Sejahtera!
(majalah-linux)
Planet Linux Indonesia, Planetnya planet linux lokal
Bagi Anda penggemar GNU/Linux di Indonesia tentunya sudah tidak asing dengan situs - situs lokal seperti planet ubuntu (http://planet.ubuntu-id.org), planet slackware (http://planet.slackware-id.org), situs komunitas seperti opensuse.or.id, fedora.or.id dan sebagainya. Planet - planet ini adalah semacam aggregator ( istilah keren dari “penyedot”
) dari blog yang tergabung di dalamnya.
Istilah planet sendiri sebenarnya berasal dari nama aplikasi web aggregator / rss feeder berbasis python. Namun lambat laun istilah planet dianggap sebagai istilah yang umum untuk menamakan situs yang menjadi aggregator dari situs-situs lain. Dengan adanya planet ini tentunya akan memudahkan para peselancar mendapatkan informasi terbaru, karena cukup dengan mengunjungi satu situs planet minimal kita sudah dapat memperoleh cuplikan posting terbaru dari situs - situs yang di “sedot” olehnya

Gambar 01.
Tampilan situs planet.linux.or.id yang (hampir) selalu berganti artikel setiap harinya. Continue reading Planet Linux Indonesia, Planetnya planet linux lokal…
This
work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 License.
since Apr/06-2007 - majalah-linux is powered by baliwae webhosting and maintained by
Toko.Baliwae, Indonesia - the shop of linux maniac
Entries and comments feeds.





