Liputan: Indonesia Linux Conference (ILC) 2007

Indonesia Linux Conference (ILC) 2007 merupakan perhelatan akbarnya para pengguna linux se Indonesia. Acara kali ini dilangsungkan di Jogjakarta. Acara dimulai sejak hari Sabtu sore tanggal 17 November lalu, dan diakhiri dengan pertemuan puncak pada hari Minggu 18 November. Pertemuan dihadiri oleh tidak kurang dari 97 peserta dari perwakilan berbagai KPLI dan komunitas Linux se tanah air (Ubuntu Indonesia, OpenSuse Indonesia, Slackware Indonesia, IGN (IGOS Nusantara), Blankon, Kuliax, CITC; Perwakilan organisasi: YPLI (Yayasan Penggerak Linux Indonesia), AWALI (Asosiasi Warnet Linux Indonesia); Perwakilan Departemen Komunikasi dan Informatika sebagai pihak dari pemerintah.)

ilc-welcome-spanduk.jpg
Gambar 01.
Spanduk Selamat Datang di Kampus UII

 

Pada hari Sabtu sore peserta dari berbagai daerah berkumpul di Penginapan Wisma Eden yang bertempat di lokasi wisata Kaliurang. Tepat sekitar pukul 10 malam seluruh peserta dikumpulkan di aula atas wisma. Pertemuan membahas topik-topik apa saja yang kira-kira perlu untuk dibahas pada keesokan harinya. Beberapa perwakilan KPLI dan komunitas menyampaikan usulan-usulannya pada pertemuan ini. Diantaranya untuk membahas isu seputar legalitas kpli, isu kurikulum pendidikan, isu komunitas daerah yang tidak aktif, dsb.

ilc-meeting-malam.jpg
Gambar 02.
Acara kumpul-kumpul pra meeting, malam hari tanggal 17 November 2007. Tampak rekan-rekan dari Awali, ZenCafe dan Ubuntu-id dan KPLI “lesehan” bersama

Keesokan harinya tepat pukul 8 pagi peserta berkumpul di lobi hotel untuk sarapan pagi, dan dilanjutkan pada pukul 9 berangkat menuju kampus Universitas Islam Indonesia (UII) dengan menumpang 2 bus besar.

ilc-foto-bersama-dipagi-hari.jpg
Gambar 03.
Inilah para peserta dan perwakilan komunitas Linux dari luar Jogja yang menginap di Kaliurang. Foto diambil pada pagi hari 18 November, sebelum menuju tempat meeting di kampus UII.

Acara di UII dilangsungkan di lantai III hall pertemuan. Acara ILC 2007 ini bertajuk “Kolaborasi Antara Pelaku Bisnis, Pemerintah, dan Komunitas Dalam Membangun Indonesia Yang Lebih Baik”. Pada saat-saat awal, diskusi sempat tidak terarah karena pembahasan seringkali melebar melenceng kemana - mana. Beberapa peserta sempat protes. Panitia pada akhirnya memutuskan untuk membagi peserta kedalam kelompok-kelompok pembahasan. Diantaranya kelompok migrasi, kelompok bisnis, kelompok warnet, dan kelompok pendidikan. Dari keputusan / permasalahan yang ada dari masing masing kelompok selanjutnya dikumpulkan dan dibawa ke dalam floor untuk dibahas dan diputuskan bersama-sama. Dari pertemuan tersebut akhirnya diputuskan keputusan akhir yakni:

  • KPLI dapat membuat badan hukum, tetapi berupa badan non profit dan jika ingin berbisnis maka dapat mendirikan badan hukum diluar KPLI
  • Kerjasama antara KPLI dan pemilik warnet linux (sebagai contoh penggunaan warnet linux sebagai tempat pelatihan)
  • Kurikulum berbasis open source sudah siap
  • ILC 2008 akan diadakan di Bali

ilc-suasana-pagi-hari.jpg
Gambar 04.
Tampak suasana kamar salah satu peserta. Di kamar ini berkumpul dari perwakilan KPLI Pekalongan, Slackware-id, KPLI Bekasi, dan KPLI Batam.

Selain keputusan final diatas beberapa pembahasan menarik yang redaksi catat dan perlu Anda ketahui diantaranya:

  • Isu Seputar Legalitas dan Badan Hukum
    Badan hukum ada beberapa macam. Ada yang berorientasi keuntungan dan lainnya nirlaba. Yang berorientasi keuntungan / bisnis bisa dalam bentuk CV, PT, UD, Usaha perorangan. Perbedaan CV dan PT adalah apabila perusahaan mengalami kerugian / bangkrut maka pada CV akan ditanggung sampai dengan kekayaan pribadi pendirinya. Sementara PT hanya ditanggung sampai dengan kekayaan milik perusahaan saja. Untuk badan hukum nirlaba bisa berbentuk diataranya yayasan atau perkumpulan. Perbedaannya ada pada kepemilikan. Yayasan akan selamanya dimiliki oleh pendirinya. Sementara perkumpulan condong dimiliki oleh komunitas. Sehingga bukan dimiliki oleh pendirinya. Dicontohkan Yayasan Pengguna Linux Indonesia (YPLI) yang didirikan dan dimiliki diantaranya oleh Pak Rusmanto, Onno W. Purbo, dan M. DAMT. Informasi ini didapatkan sebagaimana dikutip dari Sdr. St. Sabri salah satu anggota perkumpulan Ubuntu-id pada salah satu diskusi. Meski demikian Bp. Rusmanto menyebutkan pada sesi floor bahwa bisa saja Yayasan menjadi bukan milik pendirinya dengan syarat menyebutkan klausa khusus pada anggaran dasar/anggaran rumah tangganya yang menyebutkan menyerahkan semisal kepemilikan pada dewan pelaksana. Apakah AD/ART YPLI menyertakan klausa yang dimaksud belum redaksi konfirmasikan kembali.
    ilc-ubuntu-lobi.jpg
    Gambar 05.
    Tampak Ketua Ubuntu-ID sedang melakukan penjajakan dan lobi - lobi pada salah satu peserta dari KPLI Jogja.

    cd linux.. dapatkan disini!

  • Pembahasan Bisnis
    Pada ILC kali ini lebih berfokus pada bisnis dalam skala besar. Dalam artian bagaimana komunitas linux bisa ikut ambil bagian dalam persaingan proyek / tender semisal tender pengadaan perangkat lunak dengan pemerintah / perusahaan swasta. Dicontohkan bagaimana salah satu anggota komunitas (Bapak St. Sabri dari komunitas Ubuntu Indonesia) gagal alias kalah sebelum bertanding di saat awal tender karena kurangnya unsur legalitas. Salah satu syarat untuk bisa ikut tender diantaranya produk yang di digunakan harus ada yang mengendorse alias memiliki penyokong resmi / penggaransi di Indonesia. Dan dari beragam distro yang ada di Indonesia direkomendasikan bahwa Blankon Linux adalah distro yang telah diendorse secara resmi, dalam hal ini oleh YPLI. YPLI adalah organisasi yang resmi tercatat secara hukum. Bagaimana dengan KPLI? Di mata pengambil keputusan di pemerintahan rupanya KPLI dianggap sebagai organisasi ilegal karena tidak memiliki badan hukum yang jelas, mungkin bisa disamakan dengan “geng motor” ? :) Bagaimana dengan distro Igos Nusantara? Tampaknya perwakilan IGN tidak terlalu banyak bicara :) Namun tentunya dari sudut pandang hukum IGN layak dipertimbangkan karena diendorse langsung oleh kementerian Ristek, dan ristek adalah organisasi legal :)
    ilc-suasana-balkon2.jpg
    Gambar 06.
    Salah satu sudut Wisma Eden, Tempat peserta menginap

  • Isu Seputar Pendidikan
    diketahui bahwa kurikulum berbasis open source sebenarnya telah siap. Tinggal menunggu tombol “on” ditekan oleh Dinas Pendidikan Pusat. Bahkan Pak Rusmanto sendiri menyatakan bahwa dirinya telah menyiapkan secara detail bahan pengajaran untuk tingkatan SD, SMP dan SMU. Bagi yang berminat mungkin bisa langsung menghubungi beliau ketimbang mencoba membuat ulang :D Sementara masalah ketidaktersediannya buku-buku pelajaran berbasis open source sebenarnya hanyalah masalah penerbit saja. Penulis sudah banyak yang bersedia, materi sudah siap, tinggal penerbit saja mana yang berminat.ilc-suasana-balkon.jpg
    Gambar 07.
    Suasana Wisma Eden yang sejuk

  • Pembentukan situs Planet Linux.or.id.
    Situs planet tersebut selanjutnya akan menjadi agregator bagi situs-situs planet komunitas linux di indonesia seperti planet slackware-id, planet ubuntu-id, dan yang sebelumnya sudah ada. Usulan planet ini disampaikan oleh rekan Masim “Vavai” Sugiarto.
  • Pak Rusmanto mengharapkan para peserta diskusi di milis linux seperti di linux-aktifis dan ubuntu-id agar tetap menjaga suasana yang kondusif, saling menghargai dan dapat menyampaikan pendapatnya dengan mengikuti etika yang berlaku di masing-masing milis. Dicontohkan “FT” (inisial) adalah salah satu contoh person yang seringkali melanggar etika milis dengan menulis posting-posting yang bersifat flame dan troll. :D ilc-acarainti.jpg
    Gambar 08.
    Hai F***S! ™

  • Perhelatan akbar pada hari minggu tersebut menghabiskan dana tak kurang dari 70 juta rupiah. Dana sebesar itu sepenuhnya merupakan dana hibah alias bantuan dari organisasi sosial HiVos yang berasal dari Belanda. Informasi ini disampaikan oleh Pak Rusmanto.
    ilc-slackware-id.jpg
    Gambar 09.
    Perwakilan komunitas Slackware-ID Menerima bingkisan dari panitia ILC 2007 (Ketua KPLI Jogja).

  • Ditengah - tengah acara dilangsungkan “Konde Release Party” (KRP) sebagai publikasi resmi diluncurkannya distro BlankOn 2. KRP ditandai dengan penyerahan kaos BlankOn dari Pak Rusmanto ke rekan Takdir selaku salah satu anggota tim pengembang di Blankon 2.
    ilc-blankon-release.jpg
    Gambar 10.
    Konde Release Party

  • Di akhir acara Komunitas OpenSuse.or.id membagikan cd OpenSuse 10.3 kepada masing-masing perwakilan KPLI dan komunitas linux.
    ilc-kpli-bali.jpg
    Gambar 11.
    Perwakilan dari KPLI-Bali menerima tanda mata dari panitia ILC 2007 (Ketua KPLI Jogja). Bali nantinya akan menjadi tuan rumah ILC 2008.

  • Tercatat beberapa distro baru dalam negeri beredar pada perhelatan ini. Diantaranya Blankon 2, Igos Nusantara 2007 Installer dan LiveCD Release R721B, distro CITC (Cirebon IT Community), Distro security targeT Linux 0.1, ZenCafe 1.2
    ilc-result.jpg
    Gambar 12.
    Hasil final keputusan ILC 2007

  • Situs Detik sempat disinggung berkaitan dengan masalah pemberitaan seputar di cracknya situs InfoLinux. Peserta meeting menilai pemberitaan di situs tersebut oleh redaksi Detik tidak proporsional dan judulnya dianggap terlalu tendesius dan tidak objektif. Alangkah baiknya apabila redaksi Detik melakukan klarifikasi atau perbaikan atas berita yang diinformasikannya.

Demikian yang dapat redaksi informasikan :) semoga bermanfaat.

Foto-foto lainnya:
http://flickr.com/groups/indonesia-linux-conference/pool/

(majalah-linux)

Popularity: 34%

21 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. #1

    Maap om.. Sayah gak jadi dateng.. ada perubahan rencana :-s

    Comment by ozzienich — November 21, 2007 #

  2. #2

    keren2 liputannya
    padahal yg resmi aja belum keluar huahahaa

    Comment by Willy Sudiarto Raharjo — November 21, 2007 #

  3. #3

    ILC memang menyenangkan, gw cuman plonga-plongo lihat bos-bos beraksi euy

    Wew … sukses buat bos ubuntu-id, ditunggu makan-makannya ajah hehehehe

    Sampai ketemu di bali ajah ^^

    Comment by alvonsius — November 21, 2007 #

  4. #4

    buat yang gambar 9 itu.. itu yang nyerahin ketua KPLI Jogja lho.. masak cuman ditulis ‘Panitia ILC 2007′.. Yang kepotret protes tuh… :p :D

    Comment by fathirhamdi — November 21, 2007 #

  5. #5

    Wah..Keren sekali bisa melihat log pembicaraan saya dengan Mas Belutz.
    Ip traf nya kenceng neh non stop yah…
    :D

    Comment by enggar — November 21, 2007 #

  6. #6

    plonga-plongo kok bolak-balik ambil snack ya ?

    Comment by frans — November 21, 2007 #

  7. #7

    Wew ampuh om :) komplit-plit :)

    Comment by Martinus Ady H — November 21, 2007 #

  8. #8

    Wedew..fotoku ndak kelihatan blas, tapi gak masalah.
    Keren juga nih liputannya, boleh ya saya copy sebagian hehehhe

    Comment by ToNie CoSe — November 22, 2007 #

  9. #9

    Aku juga ada fotonya :p

    Comment by milisdad — November 22, 2007 #

  10. #10

    #1 = sayang banget nih. dah ditungguin ma anak2 slackers lho padahal
    #2 = yg resmi biasanya masuk birokrasi dulu kali .. hehe.. j/k
    #3 = makan-makan. dah jadian mungkin :)
    #4 = udah di update. ditambahin kata kata Ketua KPLI Jogja sekarang :)
    #5 = makan-makan :D
    #8 = silaken di copy. jangan lupa link baliknya yah :)
    #9 = pas minggu kamu kemana aja? kok ga ikut?

    Comment by redaksi — November 23, 2007 #

  11. #11

    Duh… gak ada foto ane… gak papa yang penting dah bsa ikut nimbrung….heheheh

    Comment by madhy — November 23, 2007 #

  12. #12

    ooo jadi itu toh yang namanya enggar…. yang foto disebelahku pas session foto ubuntu-id

    Comment by dayat — November 23, 2007 #

  13. #13

    lumayan ikut nongol di majalah-linux.baliwae… ke bali… bisa ikut ga yah… :( (hmmm masih tahun depan ya… saya kira besok.. xixixiixixi)

    Comment by redmouse — November 23, 2007 #

  14. #14

    huehuehuheuhauhuehuehuhue …

    Comment by Al-k — November 24, 2007 #

  15. #15

    [ILC 2007] Batu Sandungan Dibalik Sukses ILC 2007…

    Tak terasa rangkaian Indonesia Linux Conference 2007 selesai sudah. Kemaren (23/11/07) Workshop “Mudah Membangun Server Linux” yang merupakan rangkaian terakhir dari ILC 2007 berjalan dengan lancar, bahkan setelah perbincangan dengan temen-…

    Trackback by agung "Raxephonix" Blog — November 25, 2007 #

  16. #16

    […] Majalah Linux Baliwae […]

    Pingback by redybasuki.web.id | KPLI Meeting di ILC 2007 — November 26, 2007 #

  17. #17

    […] banyak blog yang mengulas acara KPLI Meeting ini. Beberapa diantaranya: - Komunitas Open SUSE - majalah Linux Baliwae - Redy Basuki - Yuda Nugrahadi - Willy SR - Muhammad Takdir - vavai - […]

    Pingback by KPLI Meeting ILC 2007 « “Menurut Aku…” — November 27, 2007 #

  18. #18

    Kapan lagi nih acaranya, kalau “perorangan ” bisa ikut gak? (sebenernya buka nperorangan sich…. soale sesama pengguna knoppix…)

    Comment by Jakartanux — November 29, 2007 #

  19. #19

    linux mank keren abis, ga henti-hentinya orang-orang membicarakannya.. ;)

    Comment by daunjambu — December 4, 2007 #

  20. #20

    […] Ide awal hadirnya situs ini berasal dari kesepakatan yang diambil oleh peserta Indonesia Linux Conference (ILC) 2007 lalu di Yogyakarta. Tidak seperti planet lain yang feed nya berasal langsung dari situs blog para […]

    Pingback by Majalah Linux Online Baliwae » Planet Linux Indonesia, Planetnya planet lokal — December 12, 2007 #

  21. #21

    […] Sumber : http://majalah-linux.baliwae.com/2007/11/20/liputan-indonesia-linux-conference-ilc-2007/ […]

    Pingback by Liputan Indonesia Linux Conference (ILC) 2007 - CLI[CK] - Cianjur Linux [CK]lub — April 18, 2008 #

Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



 Use OpenOffice.org
Add to Technorati Favorites


PageRank Checking Icon kde-user

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 License.
since Apr/06-2007 - majalah-linux is powered by baliwae webhosting and maintained by
Toko.Baliwae, Indonesia - the shop of linux maniac
Entries and comments feeds.