Ambisi Microsoft OOXML Terganjal ISO
September 19th, 2007 by redaksi

Pada hasil voting tanggal 2 September yang lalu Lembaga Standarisasi Internasional (ISO) tampaknya mengkandaskan ambisi Microsoft untuk menjadikan format dokumen officenya: Office Open XML (OOXML) menjadi standard internasional. Namun demikian keputusan ini belumlah keputusan final alias masih sementara. Mengapa? Karena hasil voting yang diikuti oleh 104 negara tersebut (41 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam komite teknis ISO/IEC JTC1) belumlah merupakan keputusan bulat. Hal ini terjadi karena quota minimal agar suatu voting dapat ditetapkan menjadi keputusan final belum terpenuhi. Adapun syarat agar diterima, yang pertama adalah minimal 2/3 (66.66 %) anggota yang tergabung dalam ISO/IEC JTC 1 harus setuju. Sementara pada voting kemarin 53% setuju. Berarti ada 47% yang menolak OOXML. Yang kedua, tidak lebih dari 1/4 (25%) dari total anggota keseluruhan yang menolak. Sementara pada voting kemarin 26% menolak.
Atas dasar hasil tersebut ISO merencanakan melakukan voting ulang pada bulan Februari tahun depan (2008). Pendapat-pendapat yang menyertai hasil voting yang lalu akan didiskusikan pada pertemuan resolusi pemungutan suara yang diatur oleh subkomite terkait dari ISO/IEC JTC 1. Pertemuan rencananya akan diselenggarakan di Jenewa, Swiss.
Indonesia sendiri yang tergabung sebagai salah satu anggota ISO, melalui Badan Standarisasi Nasional (BSN)-nya, memiliki sikap abstain pada voting yang lalu.
Sebagai informasi pesaing OOXML adalah Open Document Format (ODF) yang digunakan oleh aplikasi Open Source seperti Open Office. Menurut Linux Foundation, standar Open XML memiliki spesifikasi setebal 6.000 halaman sehingga menjadikannya sulit untuk dipelajari. Sebaliknya, standar ODF hanya memiliki spesifikasi setebal 600 halaman. ODF juga sudah terlebih dahulu disetujui oleh ISO.
Bagaimana keputusan final nasib OOXML? Kita tunggu saja tahun depan
Kalangan Pro Open Source tentu saja berharap tahun depan merupakan “kematian” bagi usaha OOXM untuk menjadi standar.
(majalah-linux)
Bisnis, Lisensi, Pemerintah, Pergerakan, Politik
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Trackback from your own site.

Microsoft banyak maunya…
cybercrime on 09.25.07mampus aja loe…
Indonesia yang malang mengapa kau pilih abstain??? Jangan pedulikan microsoft!
guspiit on 10.24.07mgkn kalo misalnya pilihan tergantung indonesia pasti deh OOXML lulus kan pemerintah kita microsoft wannabe hehhehehhe makanya makin buncit tu pejabat kita
Burkass Tchaikovsky on 11.11.07Lucu juga melihat Micro$oft struggle untuk menstandarkan paten-patennya demi keuntungan pribadi.
animaster on 11.11.07mampus lo microsoft,,hidup open source!!
microshit on 11.29.07assalamu’alaikum
apa maksud dan tujuan microsoft apakah hanya mencari keuntungan semata? jika microsoft merugikan negara kita dan memang kenyataannya benar sebaiknya tolak saja negara kita hampir hancur tolong jangan diancurin lagi.
aziz on 12.18.07dasar londo emang nya dunia ini yang buat microsoft
doov on 12.27.07Orang Orang Xinting Mau Licix
m.irsad on 03.18.08huahahhahahahahaha OOX ml mau jadi standart lucueeeeee junk ko mau jadi primary hidup Open source.
Pantek dng Microsoft
oi on 05.29.08