Ambisi Microsoft OOXML Terganjal ISO

logo-iso.pngPada hasil voting tanggal 2 September yang lalu  Lembaga Standarisasi Internasional (ISO) tampaknya  mengkandaskan ambisi Microsoft untuk menjadikan format dokumen officenya: Office Open XML (OOXML) menjadi standard internasional. Namun demikian keputusan ini belumlah keputusan final alias masih sementara. Mengapa? Karena hasil voting yang diikuti oleh 104 negara tersebut (41 diantaranya adalah negara yang tergabung dalam komite teknis ISO/IEC JTC1) belumlah merupakan keputusan bulat. Hal ini terjadi karena quota minimal agar suatu voting dapat ditetapkan menjadi keputusan final belum terpenuhi. Adapun syarat agar diterima, yang pertama adalah minimal 2/3 (66.66 %) anggota yang tergabung dalam ISO/IEC JTC 1 harus setuju. Sementara pada voting kemarin 53% setuju. Berarti ada 47% yang menolak OOXML. Yang kedua, tidak lebih dari 1/4 (25%) dari total anggota keseluruhan yang menolak. Sementara pada voting kemarin 26% menolak.

cd linux.. dapatkan disini!

Atas dasar hasil tersebut ISO merencanakan melakukan voting ulang pada bulan Februari tahun depan (2008). Pendapat-pendapat yang menyertai hasil voting yang lalu akan didiskusikan pada pertemuan resolusi pemungutan suara yang diatur oleh subkomite terkait dari ISO/IEC JTC 1. Pertemuan rencananya akan diselenggarakan di Jenewa, Swiss.

Indonesia sendiri yang tergabung sebagai salah satu anggota ISO, melalui Badan Standarisasi Nasional (BSN)-nya, memiliki sikap abstain pada voting yang lalu.

Sebagai informasi pesaing OOXML adalah Open Document Format (ODF) yang digunakan oleh aplikasi Open Source seperti Open Office. Menurut Linux Foundation, standar Open XML memiliki spesifikasi setebal 6.000 halaman sehingga menjadikannya sulit untuk dipelajari. Sebaliknya, standar ODF hanya memiliki spesifikasi setebal 600 halaman. ODF juga sudah terlebih dahulu disetujui oleh ISO.

Bagaimana keputusan final nasib OOXML? Kita tunggu saja tahun depan :) Kalangan Pro Open Source tentu saja berharap tahun depan merupakan “kematian” bagi usaha OOXM untuk menjadi standar.

(majalah-linux)

Popularity: 30%

8 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. #1

    Microsoft banyak maunya…
    mampus aja loe…

    Comment by cybercrime — September 25, 2007 #

  2. #2

    Indonesia yang malang mengapa kau pilih abstain??? Jangan pedulikan microsoft!

    Comment by guspiit — October 24, 2007 #

  3. #3

    mgkn kalo misalnya pilihan tergantung indonesia pasti deh OOXML lulus kan pemerintah kita microsoft wannabe hehhehehhe makanya makin buncit tu pejabat kita :D

    Comment by Burkass Tchaikovsky — November 11, 2007 #

  4. #4

    Lucu juga melihat Micro$oft struggle untuk menstandarkan paten-patennya demi keuntungan pribadi.

    Comment by animaster — November 11, 2007 #

  5. #5

    mampus lo microsoft,,hidup open source!!

    Comment by microshit — November 29, 2007 #

  6. #6

    assalamu’alaikum

    apa maksud dan tujuan microsoft apakah hanya mencari keuntungan semata? jika microsoft merugikan negara kita dan memang kenyataannya benar sebaiknya tolak saja negara kita hampir hancur tolong jangan diancurin lagi.

    Comment by aziz — December 18, 2007 #

  7. #7

    dasar londo emang nya dunia ini yang buat microsoft

    Comment by doov — December 27, 2007 #

  8. #8

    Orang Orang Xinting Mau Licix
    huahahhahahahahaha OOX ml mau jadi standart lucueeeeee junk ko mau jadi primary hidup Open source.

    Comment by m.irsad — March 18, 2008 #

Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



 Use OpenOffice.org
Add to Technorati Favorites


PageRank Checking Icon kde-user

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 License.
since Apr/06-2007 - majalah-linux is powered by baliwae webhosting and maintained by
Toko.Baliwae, Indonesia - the shop of linux maniac
Entries and comments feeds.