Depkominfo Jajaki Udayana Jadi Open Source Point di Bali
Pada hari Minggu, tanggal 15 Juli yang lalu Ilmu Komputer (Ilkom) - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang pertama menyelenggarakan seminar sehari bertajuk “Penggunaan Program Open Souce dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan”. Seminar yang berlangsung di Gedung Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran tersebut berlangsung meriah dan diikuti dengan antusias oleh para mahasiswa. Hadir dalam acara tersebut Bapak Rusmanto “InfoLinux”, dan empat orang dari Depkominfo diantaranya Bapak Riki Arief Gunawan, Sdr. Ferry Haris “Feha”, dan Sdr. Andi “Belutz”.

Gambar 01.
Sdr. Ferry Haris sedang menyampaikan tawaran Kominfo kepada para mahasiswa Udayana untuk mau menjadi Open Source Point di Bali.
Dalam acara tersebut dibahas berbagai topik yang berkaitan dengan dunia pendidikan, khususnya e-learning. Perlu diketahui Udayana sendiri, khususnya Ilkom telah memiliki website e-learning berbasis aplikasi moodle yang notabene open source di alamat : http://ilkom.unud.ac.id/moodle/. Di sela - sela acara juga ditampilkan demo dari salah satu distro GNU/Linux dengan tampilan 3 dimensi yang cukup memukau peserta.
Seusai acara Depkominfo berinisiatif mengadakan pertemuan lanjutan pada sore harinya di laboratorium komputer FMIPA yang berlokasi tidak jauh dari tempat penyelenggaraan seminar. Sebelum pertemuan yang dihadiri dari perwakilan Kominfo, Kampus, Mahasiswa dan wartawan tersebut, Kepala Lab Komputer Sdr. Cokorda Rai sempat menunjukkan kepada rombongan ruangan server dari Kampus Udayana yang terhubung langsung dengan jaringan serat optik / Indonesia Higher Education Network (INHERENT). Kominfo berharap jaringan INHERENT ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya guna kepentingan mahasiswa. Dengan koneksi yang super cepat ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memperoleh data-data yang berukuran besar di internet dengan mudah dan murah.

Pertemuan dibuka dengan penerangan dari pihak Kominfo yang diwakili oleh Saudara Ferry Haris, menerangkan bahwa Departemen Kominfo adalah departemen yang masih baru berumur 2 tahun. Kominfo dalam usianya yang masih muda itu memiliki program utama yang salah satunya Indonesia Go Open Source (IGOS) , yang bertujuan untuk meningkatkan penetrasi penggunaan Open Source di kalangan pengguna komputer Indonesia. Tidak seperti departemen lainnya yang ada di setiap daerah, Kominfo hanya ada di pusat - Jakarta - saja. Dengan jumlah personel yang tidak lebih dari hitungan jari sulit bagi Kominfo untuk memberikan pelayanan dan support maksimal kepada seluruh instansi pemerintah di daerah. Atas dasar itulah Kominfo berniat mengajak mahasiswa Udayana untuk dalam hal ini menjadi open source point wilayah Bali. Penunjukan Udayana semata-mata karena Udayana adalah tempat pertama yang Kominfo kunjungi di Bali. Sama seperti penunjukan salah satu sekolah informatika di Makassar beberapa waktu lalu. Dengan menjadi Open Source point maka apabila ada proyek di Bali, maka Kominfo akan menunjuk mahasiswa Udayana untuk menanganinya. Dengan cara ini dana tidak hanya melulu mengalir ke kas pusat saja namun dapat “dinikmati” oleh daerah. Namun tentunya hal ini menuntut keseriusan dari pihak Udayana, dan khususnya para mahasiswa apabila menyanggupi tawaran ini. Kominfo sendiri menyarankan pada para mahasiswa untuk mulai membentuk komunitas Open Source dan aktif didalamnya. Untuk mendukung hal tersebut Kominfo bersedia untuk menyediakan bantuan konsultasi dan bantuan material non dana. Semisal bantuan CD, atau program - program Open Source.

Gambar 02.
Redaksi (ke-5 dari kiri) bersama dengan para peserta pertemuan. Diantaranya Sdr. Ferry Haris dari Kominfo (ke-4), Bpk. Rusmanto “InfoLinux” (ke-6), Sdr. Cokorda Rai “Mantan Pebasket Nasional” (ke-7), dan Sdr. Andi “Belutz” dari Kominfo sekaligus Ketua Ubuntu-id (ke-8)
Dalam kesempatan tersebut Sdr. Ferry Haris sempat menginformasikan tentang keberadaan situs Foss-id sebagai media informasi kegiatan Open Source Indonesia yang didukung oleh Kominfo, informasi keberadaan helpdesk via yahoo!chat, , situs e-learning di http://mit.ocw.web.id., dan Baliwae toko linux di Bali. Sdr. Andi sendiri (merangkap juga sebagai Ketua Ubuntu Indonesia) menginformasikan tentang keberadaan milis id-ubuntu di googlegroups, dan rencana Ubuntu Indonesia kedepan untuk menjadi sebuah badan hukum yang tidak berorientasi pada keuntungan.
Di akhir acara Kominfo tidak lupa membagikan CD Installer, DVD repo Ubuntu 7.04 serta stiker Powered by Ubuntu kepada para mahasiswa yang hadir pada pertemuan tersebut.
Bagaimana rekan-rekan mahasiswa Udayana? Anda siap? Maju terus pantang mundur. Rawe rawe rantas malang malang putung
(majalah-linux)
Popularity: 43%
10 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
This
work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 License.
since Apr/06-2007 - majalah-linux is powered by baliwae webhosting and maintained by
Toko.Baliwae, Indonesia - the shop of linux maniac
Entries and comments feeds.







well kami siap untuk mengembangkan open source di Bali… Mudah-mudahan tidak hanya wacana saja
Comment by Cokorda Rai — July 19, 2007 #
kapan yah STT Telkom bandung dapat giliran u/ dikunjungi?Banyak lho peminat open source disini.Ditunggu yah bos n_n
Comment by putu shinoda — July 20, 2007 #
kapan ya bumn kita dapat giliran terutama yang didaerah-daerah makasih bang
Comment by djoko suseno — August 6, 2007 #
anak sttt mah emang harus aktif
bukannya nunggu dikunjungi
soalnya tempatnya dikapung sih
doain aja
bentar lagi juga ada
Comment by zero_tux — August 14, 2007 #
Ada rencana nih ITS mau bikin acara kayak beginian, ada yg mau support gak yah??
Comment by rookiebuntu — August 27, 2007 #
Open source yang saya dengar dari dulu sebatas wacana, wacan dan wacana saja. Kalau ada yang implementasi pun, cuma beberapa bagian kecil. Tapi salut sama bagian kecil itu..terus semangat…
Kalau ada niat, pasti bisa.
Go Open source!!!
Comment by Joe — August 29, 2007 #
Gak usah muluk muluk bicara open source. Pake open office aja dulu sebagai awal yang baik….
Comment by Joe (again) — August 29, 2007 #
Entry menuju opensouce, harus diawali dari ketertarikan terlebih dahulu. Bagaimana cara para pioneer di indonesia dapat mengemas trick untuk membuat orang tertarik, ini yg paling penting menurut saya.
Sekarang ini gelombang UBUNTU bisa dijadikan moment menularkan linux kemana2.
Kalau semua sudah tertarik maka segalanya akan lebih mudah.
Comment by ibp widja — September 3, 2007 #
ayo … kenken bli … maju terus Open Source … gue juga lulusan Udayana cuman bukan di TI …. hehhehehe
Comment by wongedan — September 11, 2007 #
Trima kasih info nya yang sangat bermanfaat …sy tertarik dengan linux khususnya ubuntu karena banyak tutorialnya di internet….
Kabari kalau ada even serupa di Jakarta saya berusaha datang
email saja
Comment by agus harjanta — October 20, 2007 #