Richard Stallman: Mengapa Upgrade ke GPL Versi 3?

Versi 3 dari GNU General Public License (GPL) akan segera selesai, dan memungkinkan perangkat lunak bebas untuk (segera) upgrade dari GPL versi 2. Artikel ini menjelaskan mengapa upgrade lisensi ini menjadi hal yang penting.

Pertama dari semuanya, penting untuk dicatat bahwa upgrade adalah sebuah pilihan. GPL versi 2 akan tetap menjadi lisensi yang valid, dan tidak akan ada bencana yang akan terjadi apabila beberapa program tetap menggunakan GPLv2 sementara lainnya beralih ke GPLv3. Kedua lisensi ini memang tidak kompatibel satu sama lain, tapi hal ini bukanlah masalah yang serius.

Ketika kita mengatakan bahwa GPLv2 dan GPLv3 tidak kompatibel, itu berarti tidak ada cara legal untuk menggabungkan antara kode berlisensi GPLv2 dan GPLv3 dalam sebuah program. Hal ini karena kedua lisensi GPLv2 dan GPLv3 adalah lisensi bebas copy (copyleft): masing masing menyebutkan, “Jika Anda memasukkan code dibawah lisensi ini dalam sebuah program yang lebih besar, maka program yang lebih besar itu juga harus berada di bawah lisensi yang sama”. Tidak ada cara lain untuk membuat keduanya saling kompatibel. Kita dapat menambahkan klausul kompatibilitas GPLv2 ke GPLv3, tapi ini tidak akan menyelesaikan pekerjaan, karena GPLv2 akan membutuhkan klausul yang serupa.

Untungnya, ketidaksesuaian lisensi hanya akan menjadi persoalan ketika kita akan menghubungkan, menggabungkan atau mengkombinasikan kode dari dua program yang berbeda ke dalam satu program tunggal. Tidak ada masalah untuk menyertakan bersama - sama program yang dilindungi oleh GPLv3 dan GPLv2 dalam sebuah sistem operasi. Sebagai contoh, lisensi TeX dan lisensi Apache tidak kompatibel dengan lisensi GPLv2, tapi hal ini tidak menghentikan kita untuk dapat menjalankan TeX dan Apache di sistem yang sama dalam Linux, Bash dan GCC. Hal ini karena mereka adalah program-program yang terpisah. Sama seperti jika Bash dan GCC berpindah ke GPLv3, sementara Linux (red: kernel linux) tetap dibawah GPLv2, tidak akan ada konflik diantaranya.

Tetap mempertahankan program dibawah GPLv2 tidak akan menciptakan masalah. Alasan untuk bermigrasi adalah karena ada beberapa persoalan yang (hanya) dapat dipecahkan dengan GPLv3.

Salah satu bahaya utama yang GPLv3 hentikan adalah tivoizasi. Tivoizasi berarti komputer (disebut “perangkat”) yang berisi perangkat lunak dibawah lisensi GPL, namun Anda tidak dapat mengubahnya, karena perangkat (keras) akan otomatis berhenti bekerja jika mendeteksi ada perubahan pada perangkat lunaknya. Motifasi umum dari tivoizasi adalah karena di dalam perangkat lunak tersebut terdapat fitur yang perusahaan pikir akan ada banyak orang yang tidak menyukainya. Perusahaan dari perangkat komputer seperti ini mengambil keuntungan dari kemerdekaan yang perangkat lunak bebas tawarkan, namun mereka tidak membiarkan Anda melakukan hal yang sama.

Beberapa berpendapat bahwa persaingan antar perangkat pada pasar bebas (nantinya) cukup untuk menempatkan fitur yang kotor (nasty feature) pada tingkatan yang rendah. Barangkali kompetisi sendiri akan menghindarkan dari kesewenangan , fitur yang tidak perlu seperti “Harus mati antara pukul 1 sampai 5 sore setiap hari Selasa”, tapi meski demikian, pilihan dari pemilik bukanlah sebuah kemerdekaan. Kemerdekaan berarti Anda bebas mengatur apa yang perangkat lunak lakukan, bukan sekadar bahwa Anda dapat memohon atau mengancam orang lain yang memutuskan untuk Anda.

Di area yang krusial dari Digital Restriction Management (DRM) - fitur kotor yang dibuat untuk membatasi (kebebasan) Anda menggunakan (seluruh) data dalam komputer - persaingan tidak dapat membantu, karena kompetisi yang berkaitan adalah dilarang. Dibawah undang-undang Hak cipta Digital Millenium dan hukum yang serupa, adalah ilegal, di Amerika dan banyak negara lain, untuk mendistribusikan pemutar DVD (dvd player) kecuali mereka membatasi pengguna menurut aturan resmi dari konspirasi DVD (websitenya ada di http://www.dvdcca.org, tapi aturannya tampaknya tidak dipublikasikan disana). Publik tidak dapat menolak DRM dengan membeli pemutar tanpa DRM, karena (barangnya) tidak tersedia. Tidak peduli berapa banyak produk yang dapat kamu pilih, mereka semua memiliki belenggu digital yang sama.

(Red. Informasi terkait DRM dapat Anda baca dalam artikel lain:
BadVista, Kampanye Anti Microsoft, Propaganda Pro Free Software )

GPLv3 memastikan kalau Anda bebas untuk melepaskan belenggu tersebut. GPLv3 tidak melarang DRM, atau segala jenis fiturnya. GPLv3 menempatkan (kebebasan) Anda tanpa batas dalam menambahkan fungsi utama pada program, atau membuangnya. Lebih dari itu, ini memastikan bahwa Anda bebas untuk membuang fitur yang kotor sama seperti yang dilakukan distributor dari duplikat milik Anda dengan menambahkannya. Tivoizasi adalah cara mereka membatasi kemerdekaan Anda; untuk melindungi kemerdekaan Anda, GPLv3 melarang tivoizasi.

cd linux.. dapatkan disini!

Larangan pada tivoizasi berlaku untuk segala produk yang dipakai oleh konsumen. GPLv3 hanya mentolerir tivoizasi untuk produk-produk yang semata-mata berarti untuk bisnis dan organisasi (Draft terakhir GPLv3 menyatakan kriteria ini secara eksplisit).

Ancaman lain yang GPLv3 tentang (habis-habisan) adalah persetujuan paten seperti persetujuan antara Novell-Microsoft. Microsoft ingin menggunakan ribuan patennya untuk membuat pengguna GNU/Linux membayar pada Microsoft atas hak istimewa yang didapat, dan persetujuan ini adalah upaya (mereka) untuk mencapai tujuan tersebut. Perjanjian ini menawarkan pada pelanggan Novell perlindungan terbatas dari paten Microsoft.

Microsoft telah membuat kesalahan dalam persetujuan Novell-Microsoft, dan GPLv3 didesain untuk membaliknya melawan Microsoft, menjadikan perlindungan paten yang diberikan terbatas itu menjadi diperluas kepada seluruh komunitas. Untuk memperoleh keuntungan ini, (tentunya) program harus menggunakan lisensi GPLv3.

Pengacara Microsoft tidaklah bodoh, untuk waktu berikutnya mereka akan mengatur agar kesalahan seperti ini terhindarkan. GPLv3 oleh karena itu menegaskan mereka tidak akan memperoleh “waktu berikutnya” tersebut. Merilis sebuah program dibawah lisensi GPL versi 3 akan melindunginya dari upaya Microsoft dimasa yang akan datang untuk membuat redistributor dapat menarik royalti Microsoft dari pengguna program (tersebut).

GPLv3 juga menyediakan perlindungan paten secara explisit bagi user dari contributor atau redistributor program. Dengan GPLv2, pengguna mempercayakan pada lisensi paten implisit untuk meyakinkan bahwa perusahahaan yang menyediakan mereka kopian tidak akan menggugat mereka, atau orang-orang yang mendistribusi ulang kopian, atas pelanggaran paten.

Lisensi paten eksplisit di GPLv3 tidak akan berjalan sejauh yang mungkin kita inginkan. Idealnya, kami akan membuat semua orang yang mendistribusi ulang kodenya dibawah GPL akan melepaskan seluruh hak paten perangkat lunak, disekitar orang orang yang tidak mendistribusi ulang kode dibawah naungan GPL. Paten perangkat lunak adalah sistem yang jahat dan tak masuk akal yang memposisikan seluruh pengembang perangkat lunak dalam keadaan bahaya dari tuntutan oleh perusahaan yang mungkin mereka belum pernah dengar, sampai dengan perusahaan raksasa. Program besar umumnya mengkombinasikan ratusan ide, jadi tidak mengejutkan jika mereka mengimplementasikan ide yang sebelumnya telah dinaungi dalam ratusan paten. Perusahaan raksasa mengumpulkan ribuan paten, dan mengggunakan paten tersebut untuk menggertak pengembang yang lebih kecil. Paten menjadi penghalang berkembangnya perangkat lunak bebas.

Satu - satunya jalan untuk membuat pengembangan perangkat lunak menjadi aman adalah dengan menghapuskan paten perangkat lunak, dan kita akan mencapainya suatu hari nanti. Tapi kita tidak dapat melakukan hal ini melalui lisensi perangkat lunak. Semua program, bebas atau tidak, dapat dibunuh oleh paten perangkat lunak dalam genggaman pihak yang tidak terkait, dan lisensi program tidak dapat mencegahnya. Hanya keputusan pengadilan atau pengubahan pada hukum paten yang dapat melindungi pengembangan perangkat lunak dari paten.Jika kita mencoba melakukannya dengan GPLv3, ini akan berakhir pada kegagalan.

Karenanya, GPLv3 berusaha membatasi dan meneruskan setiap bahaya. Dalam beberapa hal, kami telah mencoba untuk menyelamatkan perangkat lunak bebas dari nasib buruk dan kematian. Lisensi paten yang jelas dari GPLv3 memastikan perusahaan yang menggunakan GPL untuk memberikan 4 kemerdekaan pada pengguna.

Kelebihan lain dari GPLv3 termasuk internasionalisasi yang lebih baik, penghentian yang lebih hati-hati, dukungan terhadap BitTorrent, dan kompatibilitas dengan lisensi Apache. (Informasi lebih lengkap dapat dilihat di gplv3.fsf.org). Ini adalah beberapa alasan lain untuk upgrade.

Jika ada ancaman baru bagi kemerdekaan pengguna, maka akan kami kembangkan pada GPL versi 4. Adalah hal penting untuk memastikan bahwa program tidak akan bermasalah saat diupgrade ke versi GPLv4 saat tiba waktunya.

Salah satu jalan untuk melaksanakan (migrasi) adalah dengan merilis program dibawah “GPL versi 3 atau versi terakhir lainnya”. Cara lain adalah bagi semua kontributor program menunjuk satu wakil yang dapat memutuskan untuk upgrade ke versi GPL berikutnya. Cara ketiga adalah bagi semua kontributor menyerahkan hak cipta kepada seseorang pemegang hak cipta, yang akan berada pada posisi untuk mengupgrade versi lisensi. Baik cara pertama atau lainnya, program seharusnya menyediakan fleksibilitas ini untuk masa yang akan datang.

Hak cipta 2007 Richard Stallman
Penggandaan dan distribusi dari seluruh artikel ini diijinkan tanpa dikenakan royalti dalam sembarang media selama keterangan ini tetap dicantumkan.

Artikel diatas merupakan terjemahan bebas dari artikel asli:
Why Upgrade to GPL Version 3 by Richard Stallman

Diterjemahkan oleh: budi baliwae. Apabila ada kesalahan dalam penterjemahan mohon diralat. Atas masukkannya diucapkan terima kasih

(majalah-linux)

Popularity: 14%

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. #1

    keren…keren…
    jadi tau ttg gpl nih..:D
    thx to baliwae…
    artikel2nya emang selalu update!!!
    saluto…

    Comment by nrkhlsmjd — June 12, 2007 #

  2. #2

    bos…koq lama brita/konten nya gak update. ditunggu2 nih berita dan tips trick nya…..

    Comment by Yanuar — June 14, 2007 #

Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



 Use OpenOffice.org
Add to Technorati Favorites


PageRank Checking Icon kde-user

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 License.
since Apr/06-2007 - majalah-linux is powered by baliwae webhosting and maintained by
Toko.Baliwae, Indonesia - the shop of linux maniac
Entries and comments feeds.