China Umumkan Jawara Kontes Perangkat Lunak Open Source
Pada acara Konferensi Tingkat Tinggi Perangkat Lunak Open Source China tanggal 27 kemarin, China Co-Create Software League (Cosoft) - organisasai perangkat lunak yang dibiayai pemerintah China - menganugerahkan penghargaan kepada 25 pemenang Kontes Perangkat Lunak Open Source China yang kedua. (Kontes pertama diselenggarakan pada tahun 2004)
Dalam kontes tersebut Liu Xiao dari CnPack keluar sebagai juara pertama, meraih medali emas untuk kategori profesional atas aplikasi CNPack IDE Wizard (CnWizard) buatannya. Aplikasi tersebut merupakan satu set plugin open source untuk Delphi/C++ Builder yang bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi saat mengembangkan program dengan pemrograman tersebut. CnPack sendiri dibentuk pada tahun 2002 oleh para programmer China, dan kini telah memiliki anggota 200 orang lebih.
Cosoft juga menganugerahkan medali perak untuk aplikasi FlexPortlet yang dibuat oleh Ray Guo, aplikasi OpenKETA oleh Tan Yusong, dan platform untuk menginput tulisan China Shuangjie yang dibuat oleh Sun Changzheng.
Sementara untuk kategori pelajar tidak ada yang berhasil memenangkan medali emas. Namun tiga pelajar diputuskan berhak atas medali perak. Ketiganya adalah Guo Ruijie dari Institut Teknologi Komputer dan Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS) yang membuat Platform Pencarian Tingkat Tinggi FirteX , Lighning Flash IDE berbasis Eclipse oleh Gao Che dari Universitas Industri Haerbin, dan Sistem Proxy Server berbasis penyeleksian agen secara dinamis oleh Luo Yuangchun dari Universitas Industri Haerbin juga.

Ada total 53 aplikasi yang dipertandingkan pada babak final yang terbagi dalam 9 kategori tersebut.
Pada acara penyerahan medali, perwakilan resmi dari Cosoft dan pemerintah mengatakan bahwa kontes ini setidaknya telah berhasil mendorong terjadinya komunikasi antar perusahaan Linux, antar komunitas open source, profesional dan pelajar; disamping mempromosikan perangkat lunak open source, dan mendorong banyak orang untuk ikut ambil bagian dalam industri open source.
Meski mendapat banyak pujian, kontes ini juga tidak lepas dari kritikan. Eric, salah seorang aktifis open source China yang enggan nama aslinya disebutkan, tidak setuju dengan penilaian Cosoft. “Kontes ini memang bagus untuk mempromosikan industri open source di China, tapi saya tidak tertarik dengan kontes open source yang diadakan oleh organizer yang justru melanggar prinsip open source itu sendiri”, tukas Eric.
Cosoft adalah cabang semi resmi dari Asosiasi Industri Perangkat Lunak China (CSIA). CSIA dalam hal ini adalah regulator yang yang mengeluarkan regulasi Sertifikasi Perangkat Lunak Ganda (Double Software Certification - DSC). Menurut regulasi tersebut, jika suatu perangkat lunak belum memiliki DSC yang diterbitkan oleh CSIA, maka perangkat lunak tersebut tidak diijinkan untuk dijual di China. “Sangat sulit bagi kami untuk memperoleh sertifikat DSC tersebut. Hal ini akan menjadi penghambat bagi pertumbuhan industri open source China”, imbuh Eric.
“Disamping itu, mereka tidak memahami tentang apa itu sebenarnya perangkat lunak open source. Open Source tidak seperti proyek pemerintah yang mereka pakai, perangkat lunak open source datang sebagai hasil usaha bersama komunitas. Kita menyempurnakannya melalui timbal balik dari para programmer dan pengguna. Sedangkan di kontes tersebut, penyelenggara nampaknya hanya mengadakannya untuk mencari perangkat lunak yang sudah jadi saja”, ketus Eric.
Kapan nih pemerintah Indonesia mengadakan kontes semacam ini?
(majalah-linux)
Popularity: 6%
No Comments yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
This
work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 License.
since Apr/06-2007 - majalah-linux is powered by baliwae webhosting and maintained by
Toko.Baliwae, Indonesia - the shop of linux maniac
Entries and comments feeds.






