Pemerintah Ghana Kejar Kebijakan Penggunaan Open Source
Pemerintah Ghana tampak serius untuk menerapkan penggunaan perangkat lunak bebas dan open source di negaranya. Hal ini tampak dari ucapan menteri komunikasinya, Mike Oquaye saat berbicara di depan peserta konferensi workshop perangkat lunak dan open source untuk media yang diselenggarakan di ibu kota Ghana, Accra. kemarin.
Oquayem yang berbicara di workshop yang diselenggarakan oleh Free Software & Open Source Foundation for Africa (FOSSFA) tersebut mengatakan bahwa pemerintah telah meminta Pusat Unggulan ICT Ghana-India Kofi Annan untuk memelopori proses pembahasan perancangan kebijakan open source, dengan menyediakan draft yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan.
Sang menteri juga menyebutkan kalau Badan legislatif Ghana, dimana beliau adalah salah satu anggotanya telah menggunakan Linux pada fasilitas komputer yang berada di Gedung Parlemen.
Menteri Qouaya mengatakan bahwa pemakaian perangkat lunak bebas dan opensource menjadi penting bagi pemerintah Ghana, bukan saja karena dapat menekan pengeluaran biaya namun juga memungkinkan pengalihan kepemilikan dari teknologi tersebut.

“Dalam beberapa hal keputusan untuk berinvestasi dalam membangun pengetahuan tentang solusi open source memiliki kesamaan dengan keputusan kami untuk merebut kemerdekaan 50 tahun silam. Sekali lagi kami melihat inti persoalan adalah pada kepemilikan dan kontrol. Kami ingin memiliki teknologi yang kami gunakan. Kami ingin memiliki kontrol atas pilihan teknologi kami”, kata Oquaya.
Oquaya juga melaporkan adanya peningkatan penggunaan perangkat lunak bebas dan open source di sektor pengguna pribadi dan pendidikan. “Makin banyak institusi yang mengeksplorasi penggunaan opensource, diantaranya adalah sektor perbankan. Saya sangat senang bahwa Pusat Unggulan ICT Ghana-India Kofi Annan telah berhasil memigrasikan seluruh servernya menggunakan perangkat lunak open source, sehingga dapat mengurangi pengeluaran disamping meningkatkan keamanannya”.
Workshop yang diselenggarakan oleh FOSSFA ini sedianya akan berlangsung sampai Jumat pekan ini. Workshop tersebut ditujukan khususnya untuk kalangan wartawan IT, praktisi media, pengembang perangkat lunak, perwakilan pemerintah, dan masyarakat pada umumnya.
(majalah-linux)
Popularity: 4%
No Comments yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
This
work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 License.
since Apr/06-2007 - majalah-linux is powered by baliwae webhosting and maintained by
Toko.Baliwae, Indonesia - the shop of linux maniac
Entries and comments feeds.






